Tuesday

Success is about mindset!!

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat international call, dari salah seorang teman di US, teman senasib dan seperjuangan sewaktu saya bekerja di 7 Eleven. Sewaktu saya kembali ke Indonesia, teman saya tersebut, Bob (nama samaran), kehidupan, status dan bahkan pekerjaannya sudah jauh lebih baik dari saya. Bob, sudah memiliki ijin kerja, memiliki pekerjaan yang nyaman dan baik (bekerja di Federal Reserve Bank, BI-nya Amerika), dan sudah memiliki mobil keluaran terbaru dengan merk terkenal saat itu.

Dalam pembicaraan kami, Bob berkata “Joe, menurutmu, bagaimana kalau saya mengikuti jejakmu, kembali ke Indonesia dan mulai berbisnis sendiri, apakah saya bisa sukses? Saat ini saya strees, pekerjaan rasanya tidak ada kemajuan, saya jenuh dengan situasi di Amerika. Apakah saya bisa seperti kamu? Berapa banyak modal yang saya perlukan? Apakah kalau saya membawa $50,000 cukup untuk memulai suatu usaha? “

Bahkan dalam pembicaraan lebih lanjut, Bob meminta saya untuk bersedia menjadi mentornya saat dia kembali nanti, Bob meminta saya untuk membantunya menjadi seorang entrepreneur sekaligus sebagai seorang investor real estate.

Saya katakan pada Bob, bahwa kunci dari semua hal ada di mindset, cara berpikir kita. Jika kita ingin sukses, awalnya ada di pikiran kita, jika kita ingin hidup bahagia, awalnya di pikiran kita, jika kita ingin menjadi seorang entrepreneur dan investor yang berhasil, awalnya bukan di berapa banyak modal yang kita perlukan, tapi awalnya ada di pikiran kita. Apakah kita sudah mempunyai pola pikir dan mentalitas seperti seorang entrepreneur dan investor yang sukses? Jika kita belum memiliki pola pikir dan mentalitasnya, bagaimana kita bisa mengikuti jejak keberhasilan mereka?

Saya mengatakan berapapun besarnya modal yang kita miliki, jika kita memulai suatu usaha atau investasi, masih dengan pola pikir dan mental seorang employee / self employee, maka modal itu pasti akan habis ditelan kerugian, atau ditipu rekan bisnis. Tapi jika kita mulai dengan pola pikir dan mentalitas sebagai seorang entrepreneur dan investor sukses, banyak atau sedikitnya uang yang kita miliki sebagai modal awal, bukanlah suatu masalah.

Jika kita memiliki suatu ide bisnis yang unik dan kreatif, pola pikir dan mental yang tepat, modal bukan masalah lagi, karena sebenarnya, banyak orang diluar sana yang memiliki banyak uang, tapi bingung, mau diputar dimana, akhirnya hanya nganggur di deposito saja, dan kita bisa berpartner dengan mereka.

Saya banyak memiliki teman yang saat ini sukses sebagai entrepreneur dan investor dengan modal awal yang minim bahkan tanpa modal sekalipun. Kenapa mereka bisa sukses??, karena mereka sejak awal mulai sudah memiliki mindset sebagai seorang entrepreneur atau investor.


Bahkan saya juga memiliki banyak contoh, teman yang mempunyai modal buesaaar buaaanget……, karena habis dapat pesangon dari perusahaannya, atau teman yang orangtuanya kaya dan memiliki gudang uang, atau teman yang baru saja mendapat kredit dari bank dan “cashback” dari pembelian properti, tapi apapun usaha yang dilakukannya selalu berakhir dengan kebangkrutan dan kerugian besar. Mengapa terjadi demikian??, karena mereka bermain di dunia entrepreneur atau investor, tapi masih pakai mindset Employee / Self Employee.

Jadi kembali ke pernyataan saya di atas, sukses berawal di pikiran kita, “Success is about mindset”. Belum sukses, ……ingin jadi sukses, …….sudah sukses…….. ingin lebih sukses lagi…..please change your mindset first!!

Monday

Economic crisis in our mind, our feeling

Situasi ekonomi tidak menentu, krisis dimana mana, nilai saham dan reksadana hancur, bunga bank naik, penjualan properti menurun, proyek real estate macet, rupiah melemah, daya beli menurun, PHK mulai terjadi, banyak pabrik tutup, bahkan katanya ....... bakal ada kerusuhan sosial seperti th’98???

Itulah berita berita dan pembicaraan yang anda dapatkan dari mass media dan teman teman anda akhir akhir ini. Semuanya serba negatif dan melemahkan energi kita.

Apakah benar situasinya seperti itu? Mungkin sebagian besar dari kita akan mengatakan, “Ya iyalaaah…..sudah jelas kenyataannya demikian, kok masih nanya…..buta kaleee”. Kenyataan yang mana ya??? Kenyataan yang ada di TV, di Radio, di Koran, di majalah, atau di gossip sehari hari. Apakah benar itu kehidupan yang sedang kita jalani saat ini???

Sekarang mari kita lihat, lebih jauh lagi. Bukankah sudah merupakan fenomena kehidupan ini, ada naik, ada turun, ada susah, ada senang, ada untung, ada rugi. Sebenarnya itu semua kan sudah satu paket dengan kehidupan kita. Tidak mungkin dalam hidup ini, kita maunya untung melulu, naik melulu, senang melulu, menang melulu, rugi melulu, turun melulu, susah melulu, atau kalah melulu.

Jika kita refleksikan kehidupan ini, bukankah situasi ini selalu berulang dalam kehidupan kita, krisis ekonomi akan selalu terjadi di dunia ini, krisis pun selalu terjadi dalam hidup kita pribadi, sejak kita kecil, dan akan selalu terjadi sampai krisis besar terjadi, yaitu kematian. Itu hukumnya mutlak, dunia selalu berubah, perubahan itu adalah abadi.

Jadi kalau kita sekarang sedang untung, bersiaplah untuk rugi, kalau kita sekarang sedang naik, bersiaplah untuk turun, kalau kita sekarang sedang berkuasa, bersiaplah untuk lengser. Dan sebaliknya juga, kalau kita sekarang sedang susah, bersiaplah untuk senang, kalau kita sekarang sedang turun, bersiaplah untuk naik, kalau kita sekarang sedang kalah, bersiaplah untuk menang, kalau kita sekarang sedang rugi, bersiaplah untuk untung, situasi akan selalu berubah, tidak ada yang kekal.

Sebenarnya dalam situasi sekarang ini yang disebut “situasi krisis”, bagi orang yang mengerti fenomena kehidupan, bukanlah sebuah krisis, tapi sebuah proses yang harus dihadapi. Setelah gelap, biasanya apa?? Timbullah terang. Setelah turun, biasanya apa?? Naik. Setelah “krisis”, biasanya apa??.....anda sudah tahukan jawabannya.

Nah sekarang, kalau kita sudah tahu, bahwa itu semua adalah sebuah fenomena kehidupan, yang kita harus hadapi. Kenapa mesti kuatir? Kenapa mesti strees, depresi?? bahkan ada yang sampai bunuh diri lho…..guuoblook buangeet deh. Dengan mengetahui ini adalah sebuah fenomena, sebuah hukum alam yang harus kita hadapi, kita sebenarnya harus selalu Sadar, “Aware”, “Eling” kalo orang Jawa bilang.

Dengan selalu meningkatkan kesadaran kita, “awareness” kita, kita tidak akan mudah diombang ambingkan oleh situasi yang terjadi dalam kehidupan. Kita tidak mudah terhanyut dalam euphoria kemenangan, maupun dalam kesedihan dan kekalahan sesaat. Karena pada waktu menghadapi sebuah situasi, kita selalu sadar, kita selalu tahu, bahwa “ahh ….inipun akan segera berlalu”

Jadi semua kuncinya ada dalam diri kita, bagaimana kita mau menghadapinya, bagaimana kita mau menyikapinya? Semua kuncinya ada di pikiran kita.

Salah seorang guru kehidupan saya mengatakan demikian “Kebahagiaan itu sebenarnya tidak ada…….nah lo……., yang ada hanyalah perasaan bahagia, senang itu tidak ada, yang ada adalah perasaan senang, susah itu tidak ada, yang ada adalah perasaan susah, krisis itu tidak ada, yang ada adalah …….perasaan krisis”. Kalau kita menganalisa pernyataan tersebut, perasaan itu adanya dimana sih? Didalam diri kita kan, diri kita siapa yang kontrol? Kita sendiri, pikiran kita sendiri. Jadi sebenarnya, mudahkan….., tinggal kita pilih saja cara kita berpikir dan merasa, mau berpikir dan merasa ini jaman krisis, susah, strees atau….. berpikir dan merasa inilah saatnya banyak peluang, semangat, senang, dll.

Seperti pepatah mengatakan “Hidup adalah pilihan” semuanya ada ditangan kita, tinggal kita yang menentukan. So….let’s choose our choice, and it's all about to control our mind.

Sunday

Rahasia cara berpikir orang kaya

Tanggal 7 – 9 November 2008 yang lalu, saya mengikuti program seminar “Millionaire Mind Intensive” di Singapore Expo, yang di bawakan oleh T. Harv Eker, salah satu pembicara terkenal di dunia dan pengarang buku best seller “Secret of the Millionaire Mind”. Apa yang saya pelajari dan dapatkan selama 3 hari seminar, sungguh amat luarbiasa dan berharga. Seminar ini adalah akar, dasar dari semua seminar yang pernah saya ikuti selama ini. Seminar ini membahas apa yang menyebabkan seseorang bisa menjadi kaya, atau apa yang menyebabkan seseorang tetap miskin sepanjang hidupnya. Saya akan coba sharingkan kesimpulan dari apa yang saya dapat selama 3 hari seminar ini.

Di dunia ini selalu terdapat dua sisi, gelap – terang, naik – turun, panas – dingin, susah – senang, maju – mundur. Demikian pula dalam hal keuangan, ada sebab, ada akibat. Sebagian besar dari kita, jika menyangkut masalah keuangan, selama ini selalu berfokus pada akibatnya (hasil akhir). Kita selalu menetapkan target, goal, tujuan keuangan kita 1 tahun kedepan, 5 tahun ke depan atau 10 tahun ke depan.

Kita selalu berusaha mencapai hasil akhir, sekuat tenaga, mencurahkan segenap pikiran waktu dan energi untuk mencapainya. Jika diibaratkan dengan sebuah pohon buah, akibat atau hasil akhir adalah buahnya. Dan kita selama ini selalu berfokus pada”buah” dari usaha kita. Jika “buah” yang kita harapkan tidak sesuai dengan harapan kita, “buahnya terlalu kecil”, “buahnya kurang manis”, “buahnya sedikit”, dll, biasanya kita akan semakin memberikan fokus dan perhatian yang lebih pada “buahnya” atau pada akibatnya, hasil akhirnya.

Padahal seperti hukum sebab – akibat, buah adalah akibatnya, sedangkan sebabnya adalah bibit dan akar dari pohon buah tersebut. Apa yang tampak dipermukaan (buah, daun, bunga) diciptakan dari apa yang tidak tampak dipermukaan (bibit, akar)
Jadi kalau kita ingin mendapat buah dengan kualitas baik, hasil akhir sesuai dengan yang kita inginkan, maka yang harus kita rubah atau perbaiki adalah bibit atau akar pohonnya. Jika kita ingin merubah yang diatas permukaan, pertama tama kita harus merubah yang ada dibawah permukaan. Kita tidak bisa merubah buah yang sudah muncul dipohon, yang bisa kita lakukan adalah merubah buah yang belum muncul, tapi untuk itu kita harus menggali, memperkuat dan merubah kondisi perakaran pohon buah tersebut.

Dalam hal keuangan, dalam diri kita, tanpa disadari sebenarnya ada software “program keuangan” yang sudah tertanam dalam pikiran bawah sadar kita. program keuangan itu terdiri dari seluruh pemikiran, perasaan, dan tindakan kita sehubungan dengan uang. Yang semuanya kita dapat dari pengalaman dan kondisi yang terjadi di masa lalu, terutama pada masa kecil. Kita diajarkan bagaimana berpikir, berperasaan, bertindak dalam berhadapan dengan masalah uang. Dan pelajaran pelajaran di masa kecil inilah yang menjadi program keuangan kita sekarang, yang secara otomatis bereaksi saat kita berhubungan dengan uang.


Program yang ada di pikiran bawah sadar kita, menentukan cara kita mengambil keputusan, cara kita mengambil keputusan menentukan tindakan kita, yang mana tindakan kita akan menghasilkan akibat atau buah yang kita harapkan. Darimana kita memperoleh program keuangan ini, dari pengalaman masa lalu yang kita terima, dalam bentuk kata kata, pengamatan, dan kejadian khusus, dan lalu kita simpan dalam pikiran bawah sadar kita, Kita semua pasti pernah mendengar pernyataan keliru tentang uang dari orang tua kita, saudara kita, guru kita, lingkungan kita, misalnya pernyataan bahwa “uang adalah akar dari segala kejahatan”, “orang kaya itu pelit, kikir” dll. Kita pasti pernah mengamati tingkah laku atau tindakan orang terdekat kita terhadap uang, kita pasti pernah mengalami suatu kejadian yang tidak enak sehubungan dengan uang. Dan itu semua membentuk pola pikir, perasaan dan tindakan kita terhadap uang pada masa kehidupan kita sekarang.

Padahal semua informasi yang tersimpan dalam pikiran bawah sadar kita itu, sekarang ini sudah tidak relevan dan tidak mengandung kebenaran lagi, karena semua itu terjadinya di masa lampau.
Dan yang lebih parahnya adalah, segala keputusan kita saat ini yang berhubungan dengan keuangan, entah itu pekerjaan, bisnis, tabungan, investasi atau cara kita membelanjakan uang kita, selalu didasari oleh program program masa lalu yang ada di pikiran bawah sadar kita.

Nah, jika kita ingin merubah situasi keuangan kita, tentunya programnya dulu yang perlu dirubah. Untuk merubah program ini, pertama tama yang harus kita lakukan adalah 1. Menyadarinya. Sadari bahwa kita pernah mendengar, mengamati dan mengalami perkataan atau kejadian yang tidak benar mengenai uang pada masa lalu kita. 2. Mengerti. Bagaimana program kita itu telah mempengaruhi kehidupan keuangan kita sekarang ini. 3. Patahkan belenggu masa lalu (dissasosiasi). Setelah kita mengerti bahwa semua pemikiran kita ini hanyalah apa yang kita pelajari selama ini, dan itu berbeda dengan diri kita yang sesungguhnya saat ini, maka kita harus sadari bahwa kita mempunyai pilihan untuk merubahnya. 4. Buat pernyataan atau persepsi baru (deklarasi) tentang uang. Misalnya : “Saya adalah magnet uang, uang mengalir dari segala sumber sumber yang tak terduga, dan saya pandai dalam mengelola serta menginvestasikan uang.”

Kunci dari perubahan sebenarnya adalah menyadari apapun yang terjadi pada saat ini. Dengan memiliki kesadaran yang penuh, kita akan dapat mengendalikan pikiran, perasaan, tindakan dan kehidupan kita. Sebenarnya apa sih yang disebut kesadaran itu??


"Kesadaran (Awareness) adalah mengamati setiap pikiran yang timbul dan tindakan yang kita ambil, sehingga kita bisa benar benar memilih keputusan yang kita ambil berdasarkan keadaan saat ini (present moment), bukan berdasarkan pada apa yang sudah terjadi di masa lalu.
"

Selamat menyadari program keuangan masa lalu anda dan bersiaplah untuk merubahnya, dan mendapatkan akibat atau “buah yang lebih baik”!!

Wednesday

My Another Dream Becomes Reality

Pada waktu saya berada di US dari tahun 2001 - 2003, salah satu tempat saya belajar dan bekerja adalah 7 Eleven Convenience Store. Disinilah saya pertama kali belajar tentang bisnis franchise sekaligus praktek menjalankannya. 7-Eleven adalah jaringan franchise convenience store atau minimarket terbesar di dunia, dengan outletnya yang hampir mencapai 30.000 outlet diseluruh dunia. Jika kita pergi ke Orchard Road di Singapura atau ke Bukit Bintang di Kualalumpur, kita juga akan banyak menemukan otlet outlet 7-Eleven bertebaran di sepanjang jalan tersebut.


Pada waktu saya di 7-Eleven, pemilik outlet tempat saya bekerja adalah seorang anak muda Korean America yang memiliki 3 buah outlet 7-Eleven. Saya melihat betapa enaknya dia memiliki bisnis franchise semacam ini, hidup nyaman, tidak usah bekerja (hanya datang seminggu sekali, pada waktu payrol time), passive income, sementara penghasilannya datang, dia bisa berlibur dan bermain golf dengan teman temannya.


Timbullah impian liar saya untuk mempunyai bisnis franchise seperti 7-Eleven (kenapa saya sebut impian liar, karena pada waktu itu kondisi ekonomi saya sangatlah tidak memungkinkan untuk memiliki sebuah bisnis franchise, saya masih berada di kuadran E, berada jauh berpisah dengan anak istri selama 2 tahun). Saya sering membayangkan dan berdiskusi dengan istri, bagaimana rasanya apabila kita memiliki bisnis franchise seperti 7-Eleven ini? Pada waktu itu kita tidak tahu bagaimana caranya,darimana modalnya dan dari mana mulainya. Yang penting pokoknya berani bermimpi dulu deh....mumpung mimpi itu masih gratis.



Akhirnya setelah kembali ke Indonesia, mulailah perjalanan kami untuk mewujudkan impian impian tersebut, dimulai dengan membangun jaringan distribusi MLM, mendirikan franchise sekolah musik Purwacaraka, Investasi Real Estate, distribusi sparepart AC mobil, sampai mengadakan pelatihan Joseph Real Estate Investor (bagaimana berinvestasi di real estate tanpa modal, malah dapat modal).


Dan akhirnya salah satu impian sewaktu di US, untuk memiliki jaringan franchise minimarket
terwujud pada 20 Juni 2008 yang lalu. Di hari yang bersejarah ini saya dan istri menandatangani MOU dengan pak Jemmy, Franchise Manager dari PT. Indomarco Prismatama pemilik merk Indomaret (jaringan minimaket terbesar di Indonesia, dengan hampir 3000 outlet) untuk mengambil alih kepemilikan 2 buah outletnya. Kenapa akhirnya saya berhasil memiliki 2 buah outlet Indomaret. Karena beberapa tahun yang lalu saya sudah pernah membayangkan dalam imajinasi pikiran saya, sewaktu saya bekerja di minimarket 7-Eleven.


Itulah bukti dari kekuatan impian (kekuatan pikiran) apapun yang pernah kita impikan atau pikirkan, walaupun pada waktu kita bermimpi, kita masih belum tahu bagaimana cara mewujudkannya. Tetapi pikiran kita akan bekerja, mencari jalan untuk mewujudkan impian tersebut.


Maka beranilah bermimpi, dan percayalah impian kita bakal terwujud.

Thursday

Selamat jalan...............

Terima kasih buat semua sahabat, rekan dan handai taulan yang sudah turut memberikan doa dan perhatian, pada saat wafatnya Ayahanda tercinta kami Aries Hartanto, 17 April 1947 - 13 Juli 2008

Selamat jalan papi.........I love You...........

Sebagai ucapan terima kasih, saya ingin mengutip dan membagikan sebuah syair indah tentang kehidupan yang menjadi favorit ayahanda tercinta, bahkan sampai detik detik terakhir kehidupannyapun beliau masih sering mendengarkan lagu dengan syair yang sangat indah ini :


Do you know where you came from?

What are you doing know?

Where do you want to go?

We have seen the sunrise

Now we are using up the energy from the sun

Soon the sun will be setting

Are you ready to face the sunset?

Will you be happy or worried when the sun set?

I will also have to face the sunset very soon.

Before that happens I want to build ‘The Pagoda” in my heart

“The Pagoda” will be built with loving kindness, compassion, patience, truth and understanding.

I hope that you will also build “The Pagoda” in your heart before the sunset arrives.

When you see “The Pagoda” wisdom will arise with happiness.

And the sunset will be beautiful for you.

(Buddha Sidharta Gautama)


Syair ini mengingatkan kita semua, bahwa kehidupan ini hanyalah sementara, apapun yang kita miliki dan dapatkan selama kita hidup akan kita tinggalkan pada saatnya tiba. Hanya cinta, pikiran yang baik, perbuatan yang baik, atau amal kebajikan yang akan kita bawa pada saatnya tiba.

“May all beings always be happy, peacefull and mindfulness”

Friday

"UANG TERLETAK DI BALIK RASA TAKUT"

Ada sebuah pernyataan yang disebutkan oleh Gary Keller, salah seorang mentor investasi Real Estate yang saya kagumi "Uang terletak di balik rasa takut". Tidak semua orang menyadarinya kebenaran pernyataan tersebut, tapi saya menyadari kebenarannya. Memang benar, rasa takut kerapkali menjauhkan kita dari impian kita, terutama terhadap hal hal yang berhubungan dengan keuangan dan investasi.


Marilah kita refleksikan kehidupan kita, dan hitunglah, berapa kali rasa takut muncul menghalangi langkah kita dalam mengambil suatu tindakan investasi, dan hitunglah berapa besar kesempatan berharga yang akhirnya terlepas dari tangan kita karenanya. Dalam hal ini rasa takut tersebut berubah menjadi mental block yang menghalangi kesuksesan kita di masa mendatang. Mental block inilah yang selalu mensabotase langkah kita, pada saat kita akan melangkah menuju hal hal yang baru. Mental block inilah yang membuat kita berdiam diri dalam sebuah kotak. Kotak yang yang terbuat dari rasa takut, dan sebuah kotak yang sebenarnya kita buat sendiri tanpa kita sadari.


Seperti sebuah sungai yang dapat kita seberangi, rasa takutpun demikian. Sebenarnya, lebarnya "sungai ketakutan" sepanjang dan sejauh yang kita ijinkan untuk terjadi. Sekali saja kita berhasil menyeberangi "sungai ketakutan" kita, maka biasanya kita akan mendapatkan impian impian kita.


Dan saya sebagai seorang mentor, coach, atau apapun istilahnya, menyadari akan pentingnya membantu mengatasi rasa takut, mental block, atau menyeberangi "sungai ketakutan" dari para peserta JREI workshop, yang biasanya menghambat mereka untuk melakukan langkah awal dalam berinvestasi di Real Estate atau Properti. Oleh karena itu sebenarnya hal yang terpenting sebelum memulai langkah awal, adalah mengatasi rasa takut atau mental block tersebut.

Dan untuk membantu para peserta, ada satu sesi simulasi yang selalu ditunggu tunggu oleh para peserta, karena mereka akan menyaksikan, mengalami dan membuktikan sendiri ke Dahsyatan dari "The Power of Mind", dan simulasi ini sebenarnya adalah simbol dari "Penghancuran mental block" mereka.

So, apakah kita sudah menyadari dan siap untuk menghancurkan Mental Block kita masing masing????

Wednesday

APAKAH SITUASINYA SEBURUK ITU??

Baru saja kemarin saya membaca sebagian dari buku Joe Vitale yang berjudul “Seven Lost Secrets of Success”, ada sebuah ulasannya yang amat menarik dan layak untuk kita refleksikan pada diri kita yang berjudul :


MARI KITA HADAPI KENYATAAN


Apakah anda beranggapan saat ini adalah masa yang sulit? Ya, ada perang, kemiskinan, depresi, resesi, ketidak pastian ekonomi, persaingan, praktik bisnis curang, dll.

Saya yakin bila anda membaca surat kabar dan menonton berita di TV hari ini, Anda bisa mengalami depresi.

Saya yakin bila anda membuka internet dan meneliti semua orang yang menjual produk atau jasa yang sama dengan bisnis anda, anda juga merasa stress dan tidak berdaya.

Namun ijinkan saya mengajukan satu pertanyaan kepada anda :


APAKAH SITUASINYA SEBURUK ITU??


Bermain mainlah dengan saya di sini …

Bayangkan saat ini th 1902 Anda tinggal di sebuah kita kecil di Wyoming.. ya .. Wyoming bukan Chicago atau New York City. Populasi kota kecil ini hanya 3000 orang, sebagian besar adalah pekerja tambang. Mereka tidak menghasilkan banyak uang. Anda bisa membayangkan apa yang mereka lakukan dengan uang itu pada hari gajian.

Ada 22 salon di kota anda yang juga ingin mengambil uang para penambang yang di dapat dengan kerja keras dan menyediakan kredit. Namun lihatlah gambaran selengkapnya di sini…

Anda tidak memiliki telephone, fax, computer, radio, televisi atau internet. Anda tidak punya uang untuk iklan surat kabar. Anda sangat miskin dengan seorang istri dan anak anak yang perlu diberi nafkah.

Cita cita Anda adalah membuka toko yang menjual pakaian dengan potongan harga.

Dan tidak seorang pun percaya Anda bisa mencapainya.

Semua pemilik bisnis dan bankir, seperti juga sebagian besar keluarga dan teman, menyebut anda GILA.


Berapa besar peluang Anda untuk sukses ?

Akankah Anda mengupayakan bisnis ini ?

Pikirkan … dan jujurlah pada diri Anda sendiri

Akankah Anda berbisnis dalam situasi 1902 seperti itu ?


Namun orang yang memiliki visi ini tak bisa dihentikan

Seorang pemuda dengan sebuah visi memulai sebuah toko kecil di Wyoming, pada th 1902 dalam kondisi seperti yang saya baru utarakan, dan terus berusaha membangun bisnis besar yang masih ada sampai hari ini.

Saya sedang membicarakan JC Penney

Ya.. orang yang mendirikan department store yang bisa anda temukan di setiap kota besar di Amerika, mencapai 1000 buah saat ini.


JC Penney mulai dari nol untuk menciptakan jaringan toko yang pada awalnya bernama the Golden Rule. Dia menjadi kaya dan kehilangan semua itu, US $ 40 juta, saat Great Depression 1929, namun dia tetap melanjutkan usahanya hingga menjadi sukses lagi seperti sekarang.

Toko yang JC Penney dirikan di Kemmerer, Wyomning pada 14 April 1902 itu merupakan bangunan satu ruang berkerangka kayu yang terletak di antara binatu dan penginapan, jauh dari kompleks pertokoan utama yang ada di kota itu. Dia dan keluarganya tinggal di loteng toko. Sebelum memulai toko itu, Penney mempelajari kota tersebut, orang orangnya dan kebutuhan kebutuhan mereka (memang riset pemasaran selalu terbayar).

Tokonya dinamakan the Golden Rule karena menerapkan prinsip mendasar yang dia yakini. Sebenarnya semua orang mengatakan dia akan gagal karena dia menentang penjualan barang secara kredit, namun penjualan hari pertama sebanyak US$ 464 dan tahun pertama sebesar US $ 28.898. Itu merupakan suatu visi yang hebat

Penney memimpikan jaringan toko yang tersebar di seluruh wilayah Rocky Mountain. Dan dia berhasil mewujudkan impiannya, bahkan jauh lebih besar dari impiannya semula.


Marilah kita refleksikan dalam kehidupan kita saat ini, yang jauh lebih mudah dari Penney, pasar yang sangat luas (jumlah penduduk yang berkali kali lipat dari jaman Penney) bagi produk dan jasa kita, alat dan sarana pemasaran yang jauh lebih canggih, ada televisi, radio, internet, koran, dll.

Jadi kenapa kita harus strees dengan produk dan jasa sejenis, tipe pemasaran yang sejenis, cara pemasaran yang hampir sama, dll. Pasar saat ini sangat luas…..sangat besar….sangat banyak orang yang sangat membutuhkan produk dan jasa kita.


So, let’s WE DREAM BIG, THINK BIG, ……BIG SUCCESS!!!