Baru saja kemarin saya membaca sebagian dari buku Joe Vitale yang berjudul “Seven Lost Secrets of Success”, ada sebuah ulasannya yang amat menarik dan layak untuk kita refleksikan pada diri kita yang berjudul :
MARI KITA HADAPI KENYATAAN
Apakah anda beranggapan saat ini adalah masa yang sulit? Ya, ada perang, kemiskinan, depresi, resesi, ketidak pastian ekonomi, persaingan, praktik bisnis curang, dll.
Saya yakin bila anda membaca
Saya yakin bila anda membuka internet dan meneliti semua orang yang menjual produk atau jasa yang sama dengan bisnis anda, anda juga merasa stress dan tidak berdaya.
Namun ijinkan saya mengajukan satu pertanyaan kepada anda :
APAKAH SITUASINYA SEBURUK ITU??
Bermain mainlah dengan saya di sini …
Bayangkan saat ini th 1902 Anda tinggal di sebuah kita kecil di
Anda tidak memiliki telephone, fax, computer, radio, televisi atau internet. Anda tidak punya uang untuk iklan
Cita cita Anda adalah membuka toko yang menjual pakaian dengan potongan harga.
Dan tidak seorang pun percaya Anda bisa mencapainya.
Semua pemilik bisnis dan bankir, seperti juga sebagian besar keluarga dan teman, menyebut anda GILA.
Berapa besar peluang Anda untuk sukses ?
Akankah Anda mengupayakan bisnis ini ?
Pikirkan … dan jujurlah pada diri Anda sendiri
Akankah Anda berbisnis dalam situasi 1902 seperti itu ?
Namun orang yang memiliki visi ini tak bisa dihentikan
Seorang pemuda dengan sebuah visi memulai sebuah toko kecil di Wyoming, pada th 1902 dalam kondisi seperti yang saya baru utarakan, dan terus berusaha membangun bisnis besar yang masih ada sampai hari ini.
Saya sedang membicarakan JC Penney
Ya.. orang yang mendirikan department store yang bisa anda temukan di setiap
JC Penney mulai dari nol untuk menciptakan jaringan toko yang pada awalnya bernama the Golden Rule. Dia menjadi kaya dan kehilangan semua itu, US $ 40 juta, saat Great Depression 1929, namun dia tetap melanjutkan usahanya hingga menjadi sukses lagi seperti sekarang.
Toko yang JC Penney dirikan di Kemmerer, Wyomning pada 14 April 1902 itu merupakan bangunan satu ruang berkerangka kayu yang terletak di antara binatu dan penginapan, jauh dari kompleks pertokoan utama yang ada di kota itu. Dia dan keluarganya tinggal di loteng toko. Sebelum memulai toko itu, Penney mempelajari
Tokonya dinamakan the Golden Rule karena menerapkan prinsip mendasar yang dia yakini. Sebenarnya semua orang mengatakan dia akan gagal karena dia menentang penjualan barang secara kredit, namun penjualan hari pertama sebanyak US$ 464 dan tahun pertama sebesar US $ 28.898. Itu merupakan suatu visi yang hebat
Penney memimpikan jaringan toko yang tersebar di seluruh wilayah
Marilah kita refleksikan dalam kehidupan kita saat ini, yang jauh lebih mudah dari Penney, pasar yang sangat luas (jumlah penduduk yang berkali kali lipat dari jaman Penney) bagi produk dan jasa kita, alat dan sarana pemasaran yang jauh lebih canggih, ada televisi, radio, internet, koran, dll.
Jadi kenapa kita harus strees dengan produk dan jasa sejenis, tipe pemasaran yang sejenis, cara pemasaran yang hampir sama, dll. Pasar saat ini sangat luas…..sangat besar….sangat banyak orang yang sangat membutuhkan produk dan jasa kita.
So, let’s WE DREAM BIG, THINK BIG, ……BIG SUCCESS!!!
0 comments:
Post a Comment