Sunday

THE LOA start to work again in my life.

Kemarin Sabtu 16 Februari, saya mengikuti sebuah forum diskusi tentang Stock Investing atau investasi saham. Kebetulan salah satu profil pembicaranya pak Veter, cocok sekali dengan wealth profile saya yang seorang Accumulator (berdasarkan teorinya Roger Hamilton).

Nah, setelah sesi pak Veter selesai, saya dekati dia dan ajak diskusi mengenai teori value investing nya Warren Buffet. Pembicaraan berkelanjutan sampai akhirnya terungkap bahwa pak Veter adalah mantan corporate banker di sebuah bank papan atas yang menangani penyaluran kredit minimal di atas 30 milyar. AHA, peristiwa kebetulan seperti inilah yang saya cari selama ini, langsung saja saya ungkapkan bahwa salah satu Big Dream saya selama ini untuk membeli gedung perkantoran di daerah segitiga emas Jakarta, atau hotel. Saya ungkapkan juga pada beliau bahwa saya selama ini sudah 4 tahun menjadi klien bank tempat dia pernah bekerja, dan saat ini saya sudah memiliki beberapa rental property dengan bantuan kredit dari bank tersebut.

Dan beliau memberikan beberapa saran dan strategi yang semakin mendekatkan Big Dream saya untuk membeli office building atau hotel menjadi kenyataan. Dengan saran dan strategi yang beliau ajarkan, saya semakin yakin bahwa, impian saya untuk membeli office building atau hotel adalah sangat mungkin dan akan segera terwujud.

So let applied the knowledge and take action, so the Dream will come true.

CIA YOU, Maju terus pantang menyerah!

Awal bulan Februari yang lalu, saya baru saja road show mentoring EU (Entrepreneur University) di 5 kota berturut turut dari hari Selasa 29 Januari 2008 – Sabtu 2 Februari 2008. Mulai dari Jakarta, Cirebon, Tegal, Purwokerto sampai terakhir Magelang.

Sampai di Jakarta kembali Senin pagi 4 Februari 2008. Selama 2 hari Senin-Selasa, kerjaan saya cuma tidur saja seharian, badan ini rasanya lelah sekali. Yah bagaimana tidak lelah, mentoring dilakukan 5 hari berturut turut dari jam 7 sampai jam 11 malam, tapi para peserta biasanya tidak semuanya langsung pulang, mereka berkonsultasi dengan saya tentang bisnis mereka, bahkan terkadang sampai jam 3 subuh. Besoknya saya harus segera berangkat ke kota berikutnya, oh ya, because I like to drive, maka dalam road show inipun saya memilih untuk menyetir mobil saya sendiri (untungnya mobilnya sangat nyaman untuk perjalanan jauh).

Apa yang membuat saya mau melakukan road show ini?, walaupun sebagai seorang mentor EU, saya tidak punya kewajiban untuk road show ini, saya bisa saja menolaknya. Bukan masalah honornya yang membuat saya menerimanya, karena honornya tidaklah seberapa. Tapi sejak awal saya menerima tugas sebagai mentor di EU, saya sudah menetapkan ini adalah bagian dari kontribusi saya terhadap masyarakat, ini adalah ibadah, pelayanan. Jika 10% saja dari peserta mentoring yang berubah hidupnya karena sharing saya, itu merupakan kebahagiaan yang luarbiasa bagi saya. Mereka akan berubah dari seorang karyawan menjadi seorang entrepreneur, dari seorang entrepreneur menjadi entrepreneur yang tangguh dan amanah.

Banyak hal yang bisa diceritakan dalam road show ini, tapi ada 2 peristiwa yang amat berkesan dan akan saya ceritakan berhubungan dengan judul diatas. Yang pertama yaitu di Tegal, ada salah seorang peserta, seorang ibu dengan pakaian yang sangat sederhana, datang mendaftar ikut EU dan membayar tunai sebesar 2 juta rupiah dengan tumpukan uang lembaran seribu yang sudah lusuh lusuh. Dan pada waktu dia memperkenalkan diri latar belakangnya didepan kelas, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa tumpukan uang seribuan itu adalah hasil tabungannya dia beberapa bulan di celengan rumahnya.

Yang kedua, di Purwokerto, saya sempat berbincang cukup lama dengan salah seorang anak muda usia 30an tahun. Dan ternyata dia seorang pengusaha hasil bumi dan toko retail dari sebuah desa kecil sekitar 1 jam dari Purwokerto, nama desanya Susukan. Yang luarbiasa adalah anak muda ini beberapa tahun yang lalu pernah menjadi tukang batu, supir truk ayam dan supir metromini di Jakarta, dan saat ini walaupun dia berasal dari sebuah desa kecil yang baru pertama kali saya dengar, tapi dia pernah ikut seminarnya Clemen Chiang (pakar Stock Option Trading dari Singapore) dan Fabian Lim (pakar Internet Marketing dari Singapore) juga dia sudah baca itu buku2 seperti The Secret, Robert Kiyosaki, Donald Trump, dll. Dan yang lebih gila lagi dia baru saja rugi dalam transaksi Forex senilai 50 juta.

Saya sungguh mengagumi dan salut pada semangat dari kedua orang ini, bahkan saya banyak belajar dari 2 orang ini tentang semangat untuk maju. Tidak peduli apapun kondisi mereka tapi mereka tetap mempunyai semangat belajar yang tinggi untuk berubah, untuk lebih maju lagi. Dalam bahasa Mandarinnya di sebut CIA YOU. Maju terus, pantang menyerah. Selamat teman, anda berdua layak dapat bintang, Two Tumb Ups for You!! CIA YOU, CIA YOU!!

HIDUP ADALAH SEBUAH PILIHAN

Akhir akhir ini saya sering sekali mendengar kalimat "Hidup adalah sebuah pilihan" Bahkan sudah 2 orang yang saya kagumi yang mengatakannya . Yang pertama dari seorang yang memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan profesional sebagai expatriate di negara tetangga dengan salary yang tinggi untuk ukuran Indonesia, demi untuk merealisasikan salah satu tujuan hidupnya, yaitu mempunyai waktu lebih banyak untuk kegiatan sosial, melayani demi kebahagiaan seluruh makhluk hidup, yaitu Handaka Vijjananda dari Ehipassiko Foundation

Dan yang kedua saya mendengarnya hari ini, dari seorang pemilik perusahaan konglomerat di bidang energi, yaitu Hilmi Panigoro, CEO dari PT. Medco Energi International Tbk. Dalam pesan singkatnya setelah pertemuan diskusi kami dalam acara buka puasa bersama di rumah beliau dalam bulan Ramadhan, 5 Oktober 2007.
Beliau mengatakan bahwa dalam kita mengambil sebuah keputusan bisnis atau manajemen, bukan masalah benar atau salahnya. Tetapi apa yang kita lakukan untuk membuat keputusan itu menjadi benar, yaitu lakukan dengan passion, persistence dan perseverance.


Seandainya akhirnya keputusan bisnis yang kita ambil itu belum berhasil, kita memutuskan bahwa keputusan itu salah atau benar, itu adalah sebuah pilihan. Jika kita memilih untuk memutuskan bahwa keputusan yang belum berhasil itu salah, maka penilaian kita akan berhenti sampai disitu saja, demikian juga prosesnya akan berhenti. Tetapi walaupun keputusan bisnis tersebut belum memperlihatkan hasil, tetapi kita tetap melaksanakannya dengan penuh passion, persistence dan perseverance, maka lambat laun keputusan bisnis yang sudah kita ambil tersebut akan menampakkan hasilnya.

Jadi bukan masalah benar atau salah, tapi masalah pilihan. Life is about a choice.