Thursday

Selamat jalan...............

Terima kasih buat semua sahabat, rekan dan handai taulan yang sudah turut memberikan doa dan perhatian, pada saat wafatnya Ayahanda tercinta kami Aries Hartanto, 17 April 1947 - 13 Juli 2008

Selamat jalan papi.........I love You...........

Sebagai ucapan terima kasih, saya ingin mengutip dan membagikan sebuah syair indah tentang kehidupan yang menjadi favorit ayahanda tercinta, bahkan sampai detik detik terakhir kehidupannyapun beliau masih sering mendengarkan lagu dengan syair yang sangat indah ini :


Do you know where you came from?

What are you doing know?

Where do you want to go?

We have seen the sunrise

Now we are using up the energy from the sun

Soon the sun will be setting

Are you ready to face the sunset?

Will you be happy or worried when the sun set?

I will also have to face the sunset very soon.

Before that happens I want to build ‘The Pagoda” in my heart

“The Pagoda” will be built with loving kindness, compassion, patience, truth and understanding.

I hope that you will also build “The Pagoda” in your heart before the sunset arrives.

When you see “The Pagoda” wisdom will arise with happiness.

And the sunset will be beautiful for you.

(Buddha Sidharta Gautama)


Syair ini mengingatkan kita semua, bahwa kehidupan ini hanyalah sementara, apapun yang kita miliki dan dapatkan selama kita hidup akan kita tinggalkan pada saatnya tiba. Hanya cinta, pikiran yang baik, perbuatan yang baik, atau amal kebajikan yang akan kita bawa pada saatnya tiba.

“May all beings always be happy, peacefull and mindfulness”

Friday

"UANG TERLETAK DI BALIK RASA TAKUT"

Ada sebuah pernyataan yang disebutkan oleh Gary Keller, salah seorang mentor investasi Real Estate yang saya kagumi "Uang terletak di balik rasa takut". Tidak semua orang menyadarinya kebenaran pernyataan tersebut, tapi saya menyadari kebenarannya. Memang benar, rasa takut kerapkali menjauhkan kita dari impian kita, terutama terhadap hal hal yang berhubungan dengan keuangan dan investasi.


Marilah kita refleksikan kehidupan kita, dan hitunglah, berapa kali rasa takut muncul menghalangi langkah kita dalam mengambil suatu tindakan investasi, dan hitunglah berapa besar kesempatan berharga yang akhirnya terlepas dari tangan kita karenanya. Dalam hal ini rasa takut tersebut berubah menjadi mental block yang menghalangi kesuksesan kita di masa mendatang. Mental block inilah yang selalu mensabotase langkah kita, pada saat kita akan melangkah menuju hal hal yang baru. Mental block inilah yang membuat kita berdiam diri dalam sebuah kotak. Kotak yang yang terbuat dari rasa takut, dan sebuah kotak yang sebenarnya kita buat sendiri tanpa kita sadari.


Seperti sebuah sungai yang dapat kita seberangi, rasa takutpun demikian. Sebenarnya, lebarnya "sungai ketakutan" sepanjang dan sejauh yang kita ijinkan untuk terjadi. Sekali saja kita berhasil menyeberangi "sungai ketakutan" kita, maka biasanya kita akan mendapatkan impian impian kita.


Dan saya sebagai seorang mentor, coach, atau apapun istilahnya, menyadari akan pentingnya membantu mengatasi rasa takut, mental block, atau menyeberangi "sungai ketakutan" dari para peserta JREI workshop, yang biasanya menghambat mereka untuk melakukan langkah awal dalam berinvestasi di Real Estate atau Properti. Oleh karena itu sebenarnya hal yang terpenting sebelum memulai langkah awal, adalah mengatasi rasa takut atau mental block tersebut.

Dan untuk membantu para peserta, ada satu sesi simulasi yang selalu ditunggu tunggu oleh para peserta, karena mereka akan menyaksikan, mengalami dan membuktikan sendiri ke Dahsyatan dari "The Power of Mind", dan simulasi ini sebenarnya adalah simbol dari "Penghancuran mental block" mereka.

So, apakah kita sudah menyadari dan siap untuk menghancurkan Mental Block kita masing masing????

Wednesday

APAKAH SITUASINYA SEBURUK ITU??

Baru saja kemarin saya membaca sebagian dari buku Joe Vitale yang berjudul “Seven Lost Secrets of Success”, ada sebuah ulasannya yang amat menarik dan layak untuk kita refleksikan pada diri kita yang berjudul :


MARI KITA HADAPI KENYATAAN


Apakah anda beranggapan saat ini adalah masa yang sulit? Ya, ada perang, kemiskinan, depresi, resesi, ketidak pastian ekonomi, persaingan, praktik bisnis curang, dll.

Saya yakin bila anda membaca surat kabar dan menonton berita di TV hari ini, Anda bisa mengalami depresi.

Saya yakin bila anda membuka internet dan meneliti semua orang yang menjual produk atau jasa yang sama dengan bisnis anda, anda juga merasa stress dan tidak berdaya.

Namun ijinkan saya mengajukan satu pertanyaan kepada anda :


APAKAH SITUASINYA SEBURUK ITU??


Bermain mainlah dengan saya di sini …

Bayangkan saat ini th 1902 Anda tinggal di sebuah kita kecil di Wyoming.. ya .. Wyoming bukan Chicago atau New York City. Populasi kota kecil ini hanya 3000 orang, sebagian besar adalah pekerja tambang. Mereka tidak menghasilkan banyak uang. Anda bisa membayangkan apa yang mereka lakukan dengan uang itu pada hari gajian.

Ada 22 salon di kota anda yang juga ingin mengambil uang para penambang yang di dapat dengan kerja keras dan menyediakan kredit. Namun lihatlah gambaran selengkapnya di sini…

Anda tidak memiliki telephone, fax, computer, radio, televisi atau internet. Anda tidak punya uang untuk iklan surat kabar. Anda sangat miskin dengan seorang istri dan anak anak yang perlu diberi nafkah.

Cita cita Anda adalah membuka toko yang menjual pakaian dengan potongan harga.

Dan tidak seorang pun percaya Anda bisa mencapainya.

Semua pemilik bisnis dan bankir, seperti juga sebagian besar keluarga dan teman, menyebut anda GILA.


Berapa besar peluang Anda untuk sukses ?

Akankah Anda mengupayakan bisnis ini ?

Pikirkan … dan jujurlah pada diri Anda sendiri

Akankah Anda berbisnis dalam situasi 1902 seperti itu ?


Namun orang yang memiliki visi ini tak bisa dihentikan

Seorang pemuda dengan sebuah visi memulai sebuah toko kecil di Wyoming, pada th 1902 dalam kondisi seperti yang saya baru utarakan, dan terus berusaha membangun bisnis besar yang masih ada sampai hari ini.

Saya sedang membicarakan JC Penney

Ya.. orang yang mendirikan department store yang bisa anda temukan di setiap kota besar di Amerika, mencapai 1000 buah saat ini.


JC Penney mulai dari nol untuk menciptakan jaringan toko yang pada awalnya bernama the Golden Rule. Dia menjadi kaya dan kehilangan semua itu, US $ 40 juta, saat Great Depression 1929, namun dia tetap melanjutkan usahanya hingga menjadi sukses lagi seperti sekarang.

Toko yang JC Penney dirikan di Kemmerer, Wyomning pada 14 April 1902 itu merupakan bangunan satu ruang berkerangka kayu yang terletak di antara binatu dan penginapan, jauh dari kompleks pertokoan utama yang ada di kota itu. Dia dan keluarganya tinggal di loteng toko. Sebelum memulai toko itu, Penney mempelajari kota tersebut, orang orangnya dan kebutuhan kebutuhan mereka (memang riset pemasaran selalu terbayar).

Tokonya dinamakan the Golden Rule karena menerapkan prinsip mendasar yang dia yakini. Sebenarnya semua orang mengatakan dia akan gagal karena dia menentang penjualan barang secara kredit, namun penjualan hari pertama sebanyak US$ 464 dan tahun pertama sebesar US $ 28.898. Itu merupakan suatu visi yang hebat

Penney memimpikan jaringan toko yang tersebar di seluruh wilayah Rocky Mountain. Dan dia berhasil mewujudkan impiannya, bahkan jauh lebih besar dari impiannya semula.


Marilah kita refleksikan dalam kehidupan kita saat ini, yang jauh lebih mudah dari Penney, pasar yang sangat luas (jumlah penduduk yang berkali kali lipat dari jaman Penney) bagi produk dan jasa kita, alat dan sarana pemasaran yang jauh lebih canggih, ada televisi, radio, internet, koran, dll.

Jadi kenapa kita harus strees dengan produk dan jasa sejenis, tipe pemasaran yang sejenis, cara pemasaran yang hampir sama, dll. Pasar saat ini sangat luas…..sangat besar….sangat banyak orang yang sangat membutuhkan produk dan jasa kita.


So, let’s WE DREAM BIG, THINK BIG, ……BIG SUCCESS!!!