Tuesday

Success is about mindset!!

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat international call, dari salah seorang teman di US, teman senasib dan seperjuangan sewaktu saya bekerja di 7 Eleven. Sewaktu saya kembali ke Indonesia, teman saya tersebut, Bob (nama samaran), kehidupan, status dan bahkan pekerjaannya sudah jauh lebih baik dari saya. Bob, sudah memiliki ijin kerja, memiliki pekerjaan yang nyaman dan baik (bekerja di Federal Reserve Bank, BI-nya Amerika), dan sudah memiliki mobil keluaran terbaru dengan merk terkenal saat itu.

Dalam pembicaraan kami, Bob berkata “Joe, menurutmu, bagaimana kalau saya mengikuti jejakmu, kembali ke Indonesia dan mulai berbisnis sendiri, apakah saya bisa sukses? Saat ini saya strees, pekerjaan rasanya tidak ada kemajuan, saya jenuh dengan situasi di Amerika. Apakah saya bisa seperti kamu? Berapa banyak modal yang saya perlukan? Apakah kalau saya membawa $50,000 cukup untuk memulai suatu usaha? “

Bahkan dalam pembicaraan lebih lanjut, Bob meminta saya untuk bersedia menjadi mentornya saat dia kembali nanti, Bob meminta saya untuk membantunya menjadi seorang entrepreneur sekaligus sebagai seorang investor real estate.

Saya katakan pada Bob, bahwa kunci dari semua hal ada di mindset, cara berpikir kita. Jika kita ingin sukses, awalnya ada di pikiran kita, jika kita ingin hidup bahagia, awalnya di pikiran kita, jika kita ingin menjadi seorang entrepreneur dan investor yang berhasil, awalnya bukan di berapa banyak modal yang kita perlukan, tapi awalnya ada di pikiran kita. Apakah kita sudah mempunyai pola pikir dan mentalitas seperti seorang entrepreneur dan investor yang sukses? Jika kita belum memiliki pola pikir dan mentalitasnya, bagaimana kita bisa mengikuti jejak keberhasilan mereka?

Saya mengatakan berapapun besarnya modal yang kita miliki, jika kita memulai suatu usaha atau investasi, masih dengan pola pikir dan mental seorang employee / self employee, maka modal itu pasti akan habis ditelan kerugian, atau ditipu rekan bisnis. Tapi jika kita mulai dengan pola pikir dan mentalitas sebagai seorang entrepreneur dan investor sukses, banyak atau sedikitnya uang yang kita miliki sebagai modal awal, bukanlah suatu masalah.

Jika kita memiliki suatu ide bisnis yang unik dan kreatif, pola pikir dan mental yang tepat, modal bukan masalah lagi, karena sebenarnya, banyak orang diluar sana yang memiliki banyak uang, tapi bingung, mau diputar dimana, akhirnya hanya nganggur di deposito saja, dan kita bisa berpartner dengan mereka.

Saya banyak memiliki teman yang saat ini sukses sebagai entrepreneur dan investor dengan modal awal yang minim bahkan tanpa modal sekalipun. Kenapa mereka bisa sukses??, karena mereka sejak awal mulai sudah memiliki mindset sebagai seorang entrepreneur atau investor.


Bahkan saya juga memiliki banyak contoh, teman yang mempunyai modal buesaaar buaaanget……, karena habis dapat pesangon dari perusahaannya, atau teman yang orangtuanya kaya dan memiliki gudang uang, atau teman yang baru saja mendapat kredit dari bank dan “cashback” dari pembelian properti, tapi apapun usaha yang dilakukannya selalu berakhir dengan kebangkrutan dan kerugian besar. Mengapa terjadi demikian??, karena mereka bermain di dunia entrepreneur atau investor, tapi masih pakai mindset Employee / Self Employee.

Jadi kembali ke pernyataan saya di atas, sukses berawal di pikiran kita, “Success is about mindset”. Belum sukses, ……ingin jadi sukses, …….sudah sukses…….. ingin lebih sukses lagi…..please change your mindset first!!

Monday

Economic crisis in our mind, our feeling

Situasi ekonomi tidak menentu, krisis dimana mana, nilai saham dan reksadana hancur, bunga bank naik, penjualan properti menurun, proyek real estate macet, rupiah melemah, daya beli menurun, PHK mulai terjadi, banyak pabrik tutup, bahkan katanya ....... bakal ada kerusuhan sosial seperti th’98???

Itulah berita berita dan pembicaraan yang anda dapatkan dari mass media dan teman teman anda akhir akhir ini. Semuanya serba negatif dan melemahkan energi kita.

Apakah benar situasinya seperti itu? Mungkin sebagian besar dari kita akan mengatakan, “Ya iyalaaah…..sudah jelas kenyataannya demikian, kok masih nanya…..buta kaleee”. Kenyataan yang mana ya??? Kenyataan yang ada di TV, di Radio, di Koran, di majalah, atau di gossip sehari hari. Apakah benar itu kehidupan yang sedang kita jalani saat ini???

Sekarang mari kita lihat, lebih jauh lagi. Bukankah sudah merupakan fenomena kehidupan ini, ada naik, ada turun, ada susah, ada senang, ada untung, ada rugi. Sebenarnya itu semua kan sudah satu paket dengan kehidupan kita. Tidak mungkin dalam hidup ini, kita maunya untung melulu, naik melulu, senang melulu, menang melulu, rugi melulu, turun melulu, susah melulu, atau kalah melulu.

Jika kita refleksikan kehidupan ini, bukankah situasi ini selalu berulang dalam kehidupan kita, krisis ekonomi akan selalu terjadi di dunia ini, krisis pun selalu terjadi dalam hidup kita pribadi, sejak kita kecil, dan akan selalu terjadi sampai krisis besar terjadi, yaitu kematian. Itu hukumnya mutlak, dunia selalu berubah, perubahan itu adalah abadi.

Jadi kalau kita sekarang sedang untung, bersiaplah untuk rugi, kalau kita sekarang sedang naik, bersiaplah untuk turun, kalau kita sekarang sedang berkuasa, bersiaplah untuk lengser. Dan sebaliknya juga, kalau kita sekarang sedang susah, bersiaplah untuk senang, kalau kita sekarang sedang turun, bersiaplah untuk naik, kalau kita sekarang sedang kalah, bersiaplah untuk menang, kalau kita sekarang sedang rugi, bersiaplah untuk untung, situasi akan selalu berubah, tidak ada yang kekal.

Sebenarnya dalam situasi sekarang ini yang disebut “situasi krisis”, bagi orang yang mengerti fenomena kehidupan, bukanlah sebuah krisis, tapi sebuah proses yang harus dihadapi. Setelah gelap, biasanya apa?? Timbullah terang. Setelah turun, biasanya apa?? Naik. Setelah “krisis”, biasanya apa??.....anda sudah tahukan jawabannya.

Nah sekarang, kalau kita sudah tahu, bahwa itu semua adalah sebuah fenomena kehidupan, yang kita harus hadapi. Kenapa mesti kuatir? Kenapa mesti strees, depresi?? bahkan ada yang sampai bunuh diri lho…..guuoblook buangeet deh. Dengan mengetahui ini adalah sebuah fenomena, sebuah hukum alam yang harus kita hadapi, kita sebenarnya harus selalu Sadar, “Aware”, “Eling” kalo orang Jawa bilang.

Dengan selalu meningkatkan kesadaran kita, “awareness” kita, kita tidak akan mudah diombang ambingkan oleh situasi yang terjadi dalam kehidupan. Kita tidak mudah terhanyut dalam euphoria kemenangan, maupun dalam kesedihan dan kekalahan sesaat. Karena pada waktu menghadapi sebuah situasi, kita selalu sadar, kita selalu tahu, bahwa “ahh ….inipun akan segera berlalu”

Jadi semua kuncinya ada dalam diri kita, bagaimana kita mau menghadapinya, bagaimana kita mau menyikapinya? Semua kuncinya ada di pikiran kita.

Salah seorang guru kehidupan saya mengatakan demikian “Kebahagiaan itu sebenarnya tidak ada…….nah lo……., yang ada hanyalah perasaan bahagia, senang itu tidak ada, yang ada adalah perasaan senang, susah itu tidak ada, yang ada adalah perasaan susah, krisis itu tidak ada, yang ada adalah …….perasaan krisis”. Kalau kita menganalisa pernyataan tersebut, perasaan itu adanya dimana sih? Didalam diri kita kan, diri kita siapa yang kontrol? Kita sendiri, pikiran kita sendiri. Jadi sebenarnya, mudahkan….., tinggal kita pilih saja cara kita berpikir dan merasa, mau berpikir dan merasa ini jaman krisis, susah, strees atau….. berpikir dan merasa inilah saatnya banyak peluang, semangat, senang, dll.

Seperti pepatah mengatakan “Hidup adalah pilihan” semuanya ada ditangan kita, tinggal kita yang menentukan. So….let’s choose our choice, and it's all about to control our mind.